Apa itu MC 0, MC 100, dan opname pekerjaan?
MC (Mutual Check) adalah pemeriksaan bersama antara kontraktor, pengawas, dan pemberi kerja. MC 0 dilakukan di awal pelaksanaan untuk mencocokkan volume di kontrak dengan kondisi lapangan yang sebenarnya, misalnya hasil pengukuran ulang tanah, elevasi, atau dimensi yang berbeda dari gambar tender. MC 100 dilakukan di akhir untuk menetapkan volume akhir yang benar-benar terpasang.
Opname pekerjaan adalah pengukuran berkala, misalnya bulanan atau per termin, atas volume pekerjaan yang sudah selesai. Hasil opname dituangkan dalam berita acara progres dan menjadi dasar tagihan termin kepada pemberi kerja, atau dasar pembayaran kepada mandor dan subkontraktor.
| MC 0 | Opname berkala | MC 100 | |
|---|---|---|---|
| Waktu | Awal pelaksanaan | Setiap periode atau termin | Akhir pekerjaan |
| Tujuan | Menyesuaikan volume kontrak dengan kondisi lapangan | Mengukur volume yang sudah selesai | Menetapkan volume akhir terpasang |
| Hasil | Volume rencana yang disepakati, bisa memicu adendum | Berita acara progres, dasar tagihan | Dasar perhitungan akhir dan serah terima |
Kapan MC 0 perlu dilakukan?
- Volume di kontrak dihitung dari gambar tender yang belum detail.
- Kondisi lapangan berbeda dari asumsi tender: kontur tanah, bangunan eksisting, atau akses lokasi.
- Ada item pekerjaan yang ternyata tidak diperlukan, atau sebaliknya ada pekerjaan yang belum tercantum.
- Pemberi kerja mensyaratkannya di dokumen kontrak. Untuk proyek pemerintah, ketentuan pemeriksaan bersama tercantum di syarat-syarat kontrak.
Apa isi backup volume?
Backup volume adalah lampiran perhitungan yang menjelaskan dari mana angka volume opname berasal. Pengawas dan pemberi kerja memeriksa backup ini sebelum menandatangani berita acara. Isi yang umum:
- Item pekerjaan sesuai nomor di RAB atau BoQ kontrak.
- Lokasi atau zona: lantai, as, segmen jalan, atau stasiun (STA).
- Rumus dan dimensi pengukuran: panjang, lebar, tinggi, jumlah.
- Sketsa atau gambar terlaksana (as-built) untuk bagian yang diukur.
- Foto dokumentasi dengan tanggal.
- Volume periode ini, volume kumulatif, dan sisa volume kontrak.
Langkah opname pekerjaan di lapangan
- Siapkan daftar item yang akan diukur dari RAB kontrak, lengkap dengan volume kontrak dan kumulatif periode lalu.
- Ukur bersama kontraktor dan pengawas di lokasi. Catat dimensi, bukan hanya hasil akhir, supaya bisa ditelusuri.
- Hitung volume periode ini dan kumulatifnya, lalu bandingkan dengan volume kontrak.
- Hitung bobot progres: volume terlaksana dibagi volume kontrak, dikali bobot item terhadap nilai kontrak.
- Susun berita acara progres yang ditandatangani para pihak, dengan backup volume sebagai lampiran.
- Ajukan tagihan termin sesuai progres yang diakui dan ketentuan pembayaran di kontrak.
Contoh menghitung progres dari opname
Angka berikut adalah ilustrasi untuk kontrak bernilai Rp1.000.000.000 (sebelum PPN):
| Item | Nilai item | Bobot | Volume kontrak | Volume kumulatif | Progres item | Bobot tercapai |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Pekerjaan tanah | Rp100.000.000 | 10% | 500 m³ | 500 m³ | 100% | 10,0% |
| Beton struktur | Rp450.000.000 | 45% | 300 m³ | 120 m³ | 40% | 18,0% |
| Pasangan dinding | Rp250.000.000 | 25% | 2.000 m² | 400 m² | 20% | 5,0% |
| Finishing | Rp200.000.000 | 20% | 1 ls | 0 | 0% | 0,0% |
| Total | Rp1.000.000.000 | 100% | 33,0% |
Progres fisik yang diakui adalah 33%. Angka inilah yang dibandingkan dengan rencana di Kurva S dan yang menjadi dasar tagihan termin. Cara menghitung potongan uang muka dan retensi dari tagihan tersebut dibahas di panduan termin pembayaran proyek.
Kesalahan yang sering terjadi saat opname
- Volume dicatat sebagai angka akhir tanpa dimensi, sehingga tidak bisa diperiksa ulang saat ada sengketa.
- Opname ke pemberi kerja dan opname ke subkon dihitung di file berbeda, sehingga margin per item tidak terlihat.
- Selisih volume MC 0 tidak diikuti adendum, sehingga pekerjaan tambah tidak bisa ditagih.
- Foto dokumentasi tidak bertanggal atau tidak jelas lokasinya.
- Progres yang ditagih tidak sinkron dengan progres di laporan harian dan Kurva S.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa bedanya MC 0 dan opname pekerjaan?
MC 0 dilakukan sekali di awal untuk menyesuaikan volume kontrak dengan kondisi lapangan. Opname dilakukan berkala untuk mengukur volume yang sudah selesai sebagai dasar tagihan.
Siapa yang menandatangani berita acara opname?
Umumnya kontraktor, konsultan pengawas, dan wakil pemberi kerja. Susunan penandatangan mengikuti ketentuan di dokumen kontrak.
Bagaimana jika volume MC 0 lebih besar dari kontrak?
Selisihnya dicatat dan diajukan sebagai perubahan kontrak (CCO atau adendum) sebelum pekerjaan tambahan dikerjakan, supaya ada dasar untuk menagihnya.

