Apa itu Kurva S?
Kurva S adalah grafik progress kumulatif proyek (dalam persen) terhadap waktu. Bentuknya menyerupai huruf S karena progress di awal proyek lambat (mobilisasi dan persiapan), cepat di tengah (pekerjaan utama berjalan bersamaan), lalu melambat lagi di akhir (finishing dan serah terima).
Dalam satu grafik biasanya ada dua garis: rencana, yang disusun sebelum pekerjaan dimulai, dan realisasi, yang diperbarui dari laporan progress. Jarak antara keduanya adalah deviasi.
Data yang dibutuhkan
- RAB: daftar pekerjaan beserta nilainya, untuk menghitung bobot. Baca juga perbedaan RAB dan RAP.
- Jadwal: kapan setiap pekerjaan dimulai dan berapa lama durasinya.
- Periode pelaporan: umumnya mingguan.
Langkah membuat Kurva S
- Hitung bobot
- Susun jadwal
- Bagi bobot per minggu
- Jumlahkan per minggu
- Kumulatifkan & plot
1. Hitung bobot setiap pekerjaan
Bobot adalah porsi nilai pekerjaan terhadap total nilai proyek: bobot = nilai pekerjaan ÷ total nilai × 100%. Contoh proyek bernilai Rp1 miliar (angka ilustrasi):
| Pekerjaan | Nilai | Bobot | Jadwal |
|---|---|---|---|
| Persiapan | Rp50.000.000 | 5% | Minggu 1 |
| Struktur | Rp500.000.000 | 50% | Minggu 2–5 |
| Arsitektur | Rp350.000.000 | 35% | Minggu 4–8 |
| MEP | Rp100.000.000 | 10% | Minggu 6–8 |
| Total | Rp1.000.000.000 | 100% |
2. Bagi bobot ke setiap minggu
Bobot setiap pekerjaan dibagi ke minggu-minggu pelaksanaannya. Cara paling sederhana adalah dibagi rata: struktur 50% selama 4 minggu menjadi 12,5% per minggu, arsitektur 35% selama 5 minggu menjadi 7% per minggu, dan MEP 10% selama 3 minggu menjadi sekitar 3,33% per minggu. Jika sebuah pekerjaan lebih berat di awal atau akhir, bobotnya bisa dibagi tidak rata.
3. Jumlahkan per minggu, lalu kumulatifkan
| Minggu | Persiapan | Struktur | Arsitektur | MEP | Bobot minggu | Kumulatif |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 5,00 | 5,00 | 5,00 | |||
| 2 | 12,50 | 12,50 | 17,50 | |||
| 3 | 12,50 | 12,50 | 30,00 | |||
| 4 | 12,50 | 7,00 | 19,50 | 49,50 | ||
| 5 | 12,50 | 7,00 | 19,50 | 69,00 | ||
| 6 | 7,00 | 3,33 | 10,33 | 79,33 | ||
| 7 | 7,00 | 3,33 | 10,33 | 89,66 | ||
| 8 | 7,00 | 3,34 | 10,34 | 100,00 |
Kolom kumulatif inilah garis rencana Kurva S. Plot minggu pada sumbu horizontal dan persen kumulatif pada sumbu vertikal.
Menghitung realisasi dan deviasi
Setiap periode, progress fisik setiap pekerjaan dikalikan bobotnya. Misalnya di akhir minggu 4, persiapan selesai 100%, struktur 70%, dan arsitektur 5%:
| Pekerjaan | Progress fisik | Bobot | Kontribusi |
|---|---|---|---|
| Persiapan | 100% | 5% | 5,00% |
| Struktur | 70% | 50% | 35,00% |
| Arsitektur | 5% | 35% | 1,75% |
| Realisasi kumulatif | 41,75% |
Rencana kumulatif minggu 4 adalah 49,50%, sehingga deviasi = 41,75% − 49,50% = −7,75%. Nilai negatif berarti proyek tertinggal dari rencana.
- Rencana
- Realisasi
Cara membaca Kurva S
- Garis realisasi di bawah rencana: pekerjaan terlambat. Semakin lebar jaraknya, semakin besar keterlambatan.
- Garis realisasi di atas rencana: pekerjaan lebih cepat dari jadwal.
- Kemiringan realisasi yang melandai di tengah proyek: produktivitas turun, perlu dicek penyebabnya (material, tenaga kerja, cuaca, atau desain).
Baseline dan perubahan jadwal
Simpan rencana awal sebagai baseline dan jangan ditimpa. Jika ada adendum atau revisi jadwal, buat rencana baru dan tetap bandingkan dengan baseline. Tanpa baseline, keterlambatan bisa "hilang" setiap kali jadwal direvisi.
Kurva S dan biaya proyek
Kurva S menunjukkan progress, bukan biaya. Proyek bisa sesuai jadwal tetapi biayanya membengkak. Untuk melihat keduanya bersamaan, gunakan earned value: nilai rencana, nilai pekerjaan yang selesai, dan biaya aktual. Penjelasannya ada di panduan cost control proyek konstruksi.

