Langsung ke konten

Keuangan Proyek

Termin Pembayaran Proyek: Menghitung Uang Muka, Retensi, PPN, dan PPh Final

Tagihan termin jarang sama dengan nilai progres. Dari nilai progres masih ada potongan angsuran uang muka dan retensi, lalu ditambah PPN dan dipotong PPh final. Artikel ini menjelaskan urutannya dengan satu contoh hitungan lengkap.

Tim Kurvas · · 3 menit baca

Apa itu termin, uang muka, dan retensi?

  • Termin adalah tahap pembayaran berdasarkan progres pekerjaan yang diakui, biasanya melalui berita acara progres hasil opname pekerjaan.
  • Uang muka adalah pembayaran di awal kontrak untuk modal kerja kontraktor, misalnya mobilisasi dan pembelian material awal. Uang muka dikembalikan dengan cara dipotong dari setiap tagihan termin.
  • Retensi adalah bagian dari tagihan yang ditahan pemberi kerja sampai masa pemeliharaan selesai, sebagai jaminan bahwa kontraktor memperbaiki cacat yang muncul.

Urutan menghitung satu tagihan termin

  1. Nilai progres kumulatif: persentase progres yang diakui dikali nilai kontrak sebelum PPN.
  2. Dikurangi tagihan sebelumnya untuk mendapatkan nilai progres periode ini.
  3. Dikurangi angsuran uang muka sesuai skema pengembalian di kontrak.
  4. Dikurangi retensi periode ini, bila retensi ditahan per termin.
  5. Ditambah PPN atas nilai yang ditagih.
  6. Dipotong PPh final oleh pemberi kerja yang menjadi pemotong pajak, dihitung dari nilai tanpa PPN.

Contoh perhitungan satu termin

Ilustrasi: nilai kontrak Rp2.000.000.000 sebelum PPN, uang muka 20% (Rp400.000.000) dikembalikan secara proporsional terhadap progres, retensi 5% ditahan dari setiap termin, kontraktor kualifikasi menengah bersertifikat sehingga tarif PPh final 2,65%, dan PPN dengan tarif efektif 11%. Termin pertama diajukan pada progres kumulatif 30%.

Contoh tagihan termin pertama (angka ilustrasi)
KomponenPerhitunganJumlah
Nilai progres periode ini30% × Rp2.000.000.000Rp600.000.000
Angsuran uang muka20% × Rp600.000.000(Rp120.000.000)
Retensi5% × Rp600.000.000(Rp30.000.000)
Nilai yang ditagih (DPP)Rp450.000.000
PPN (tarif efektif 11%)11% × Rp450.000.000Rp49.500.000
Jumlah tagihanRp499.500.000
PPh final dipotong pemberi kerja2,65% × Rp450.000.000(Rp11.925.000)
Diterima kontraktorRp487.575.000

Perlakuan PPh final atas uang muka dan retensi (dipotong saat uang muka dibayar, atau saat retensi dicairkan) mengikuti saat pembayaran dan ketentuan pajak yang berlaku. Diskusikan skemanya dengan konsultan pajak Anda dan cocokkan dengan bukti potong dari pemberi kerja. Tarif dan dasarnya dijelaskan di panduan PPh final dan PPN jasa konstruksi.

Kapan retensi dicairkan?

Retensi umumnya dicairkan setelah masa pemeliharaan berakhir dan serah terima akhir ditandatangani. Sebagian kontrak mengizinkan retensi dibayar lebih awal bila kontraktor menyerahkan jaminan pemeliharaan dari bank atau asuransi. Karena jumlahnya bisa besar dan jatuh temponya jauh setelah proyek selesai, retensi perlu dicatat sebagai piutang tersendiri per proyek agar tidak terlupakan.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Sisa uang muka belum habis dipotong saat termin terakhir, sehingga pemberi kerja menahan pembayaran akhir.
  • Retensi dicatat sebagai pendapatan yang hilang, bukan piutang, sehingga tidak pernah ditagih.
  • Bukti potong PPh final tidak dicocokkan dengan tagihan, sehingga selisih kas tidak bisa dijelaskan.
  • Tagihan dibuat dari progres perkiraan, bukan dari berita acara yang ditandatangani.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa persen retensi proyek konstruksi?

Besarnya ditentukan di kontrak. Angka 5% sering dipakai, tetapi selalu cek dokumen kontrak dan, untuk proyek pemerintah, ketentuan pengadaan yang berlaku.

Apakah retensi dikenakan PPN?

PPN mengikuti saat penagihan atau pembayaran sesuai ketentuan PPN. Cara pencatatan retensi di faktur pajak sebaiknya dipastikan dengan konsultan pajak karena bergantung pada isi kontrak dan cara penagihannya.

Bagaimana cara mengembalikan uang muka proyek?

Uang muka dikembalikan dengan memotong sebagian dari setiap tagihan termin, misalnya secara proporsional terhadap progres, sampai lunas paling lambat pada termin terakhir sesuai ketentuan kontrak.

Mau lihat ini berjalan di Kurvas?

Jadwalkan demo. Kami tunjukkan dengan contoh angka seperti di artikel, memakai alur perusahaan Anda.

Lihat sistemnya terlebih dahulu sebelum menentukan paket yang sesuai.