Langsung ke konten

Kepegawaian

Upah Tukang Harian vs Borongan Mandor: Cara Menghitung dan Mencatatnya

Tenaga kerja lapangan dibayar dengan dua cara utama: upah harian berdasarkan kehadiran, atau borongan berdasarkan volume pekerjaan lewat mandor. Keduanya sah, tetapi cara mengontrolnya berbeda.

Tim Kurvas · · 2 menit baca

Harian vs borongan

Perbandingan upah harian dan borongan
Upah harianBorongan mandor
Dasar bayarHari atau jam kerjaVolume pekerjaan selesai
DokumenAbsensi dan rekap kehadiranSPK dan berita acara opname
Risiko utamaProduktivitas rendah tetap dibayarMutu dikorbankan demi kecepatan
KontrolPresensi di lokasi dan target harianOpname volume dan pemeriksaan mutu
Cocok untukPekerjaan sulit diukur, persiapan, perbaikanPekerjaan berulang yang volumenya jelas

Menghitung upah harian

Upah harian = jumlah hari hadir × tarif harian, ditambah lembur sesuai kesepakatan. Contoh ilustrasi: tukang dengan tarif Rp160.000 per hari, hadir 24 hari, lembur 10 jam dengan tarif Rp25.000 per jam, menerima Rp3.840.000 + Rp250.000 = Rp4.090.000 sebelum potongan kasbon.

Kehadiran yang dicatat dari HP di lokasi proyek, dengan verifikasi lokasi dan wajah, mencegah titip absen. Caranya dibahas di absensi karyawan proyek.

Borongan mandor: SPK dan opname

  1. SPK (Surat Perintah Kerja) menyebut lingkup, harga satuan borongan per item, volume perkiraan, jadwal, syarat mutu, dan retensi bila ada.
  2. Opname berkala mengukur volume yang selesai dan memenuhi mutu.
  3. Perhitungan bayar: volume opname × harga satuan, dikurangi pembayaran sebelumnya, kasbon, dan retensi.
  4. Persetujuan pelaksana atau PM sebelum dibayar.
Contoh pembayaran opname borongan pasangan dinding (angka ilustrasi)
KomponenPerhitunganJumlah
Volume opname kumulatif420 m² × Rp55.000Rp23.100.000
Dibayar periode lalu(Rp11.000.000)
Nilai periode iniRp12.100.000
Retensi 5%5% × Rp12.100.000(Rp605.000)
Potongan kasbon(Rp2.000.000)
Dibayar ke mandorRp9.495.000

Kasbon dan retensi subkon

  • Kasbon dicatat per orang atau per mandor, dengan tanggal dan persetujuan, lalu dipotong dari pembayaran berikutnya.
  • Retensi subkon ditahan sebagai jaminan perbaikan dan dicairkan setelah masa yang disepakati di SPK.
  • Semua pembayaran tenaga kerja dicatat ke proyek dan item pekerjaannya, supaya biaya tenaga kerja bisa dibandingkan dengan RAP.

Pertanyaan yang sering diajukan

Lebih baik upah harian atau borongan?

Borongan cocok untuk pekerjaan berulang yang volumenya mudah diukur. Upah harian cocok untuk pekerjaan yang sulit diukur. Banyak proyek memakai keduanya.

Apa isi SPK mandor?

Lingkup pekerjaan, harga satuan borongan per item, volume perkiraan, jadwal, syarat mutu, cara pembayaran berdasarkan opname, dan retensi bila ada.

Bagaimana mencatat kasbon tukang?

Catat per orang atau per mandor dengan tanggal dan persetujuan, lalu potong dari pembayaran berikutnya sehingga saldo kasbon selalu terlihat.

Mau lihat ini berjalan di Kurvas?

Jadwalkan demo. Kami tunjukkan dengan contoh angka seperti di artikel, memakai alur perusahaan Anda.

Lihat sistemnya terlebih dahulu sebelum menentukan paket yang sesuai.