Apa itu RAB?
RAB (Rencana Anggaran Biaya) adalah perhitungan biaya pekerjaan konstruksi berdasarkan volume setiap item pekerjaan dikalikan harga satuannya. Harga satuan disusun melalui AHS (Analisa Harga Satuan): koefisien bahan, upah, dan alat dikalikan harga dasarnya.
RAB menjadi dasar penawaran dan, setelah disepakati, dasar nilai kontrak dengan pemberi kerja. Untuk proyek pemerintah, analisa harga satuan umumnya mengacu pada AHSP bidang pekerjaan umum yang ditetapkan pemerintah, sedangkan harga dasar mengikuti harga di wilayah proyek.
Apa itu RAP?
RAP (Rencana Anggaran Pelaksanaan) adalah anggaran internal kontraktor untuk benar-benar melaksanakan pekerjaan. Harga di RAP memakai harga riil yang didapat kontraktor: penawaran supplier, harga borongan mandor atau subkontraktor, sewa alat, dan metode kerja yang akan dipakai.
RAP tidak dibagikan ke pemberi kerja. Selisih antara nilai kontrak dan RAP adalah rencana margin proyek, dan RAP menjadi patokan (baseline) untuk mengendalikan biaya selama proyek berjalan.
Perbedaan RAB dan RAP
| Aspek | RAB | RAP |
|---|---|---|
| Tujuan | Menentukan nilai penawaran atau kontrak | Mengendalikan biaya pelaksanaan |
| Pihak yang memakai | Kontraktor dan pemberi kerja | Internal kontraktor |
| Dasar harga | AHS/AHSP dan harga dasar wilayah, termasuk overhead dan keuntungan | Harga riil supplier, subkon, upah, dan alat |
| Waktu disusun | Sebelum tender atau kontrak | Setelah kontrak, sebelum pekerjaan dimulai |
| Dipakai untuk | Penawaran, kontrak, tagihan termin | Pengadaan, kontrol biaya, target margin |
Contoh: dari RAB ke margin rencana
Misalkan satu item pekerjaan beton struktur dengan volume 100 m³ (angka ilustrasi):
| Harga satuan per m³ | Volume | Jumlah | |
|---|---|---|---|
| RAB (nilai kontrak) | Rp1.450.000 | 100 m³ | Rp145.000.000 |
| RAP (biaya pelaksanaan) | Rp1.250.000 | 100 m³ | Rp125.000.000 |
| Margin rencana | Rp20.000.000 (13,8%) |
Harga satuan RAB di atas sudah termasuk overhead dan keuntungan. Harga RAP berasal dari penawaran beton readymix, upah borongan, dan sewa pompa beton yang benar-benar didapat kontraktor. Jika semua item dihitung dengan cara yang sama, perusahaan tahu target margin proyek sebelum pekerjaan dimulai.
Cara menyusun RAB
- Pelajari gambar kerja dan spesifikasi teknis untuk memahami lingkup pekerjaan.
- Susun daftar item pekerjaan (BoQ) per divisi, misalnya persiapan, tanah, struktur, arsitektur, dan MEP.
- Hitung volume setiap item dari gambar (quantity take-off).
- Susun AHS: kalikan koefisien bahan, upah, dan alat dengan harga dasar di wilayah proyek.
- Kalikan volume dengan harga satuan untuk mendapatkan jumlah per item.
- Rekap per divisi, lalu tambahkan PPN sesuai ketentuan untuk mendapatkan total RAB.
Cara menurunkan RAP dari RAB
- Gunakan struktur pekerjaan yang sama dengan RAB. Dengan begitu setiap baris RAP bisa dibandingkan langsung dengan RAB dan realisasinya.
- Ganti harga dengan harga pelaksanaan riil dari penawaran supplier, subkontraktor, dan mandor.
- Sesuaikan dengan metode kerja yang dipilih, misalnya beton readymix atau campuran di lokasi.
- Tambahkan biaya tidak langsung proyek, seperti kantor lapangan, listrik dan air kerja, keamanan, serta K3.
- Kunci RAP sebagai baseline sebelum pekerjaan dimulai, lalu catat realisasi volume dan biaya per baris.
Kesalahan yang sering terjadi
- RAP disusun sekali, lalu disimpan dan tidak pernah dibandingkan dengan realisasi.
- Adendum mengubah RAB, tetapi RAP tidak ikut diperbarui.
- Biaya tidak langsung proyek tidak dianggarkan, sehingga margin terlihat lebih besar dari kenyataannya.
- RAB dan RAP disimpan di file berbeda dengan struktur berbeda, sehingga sulit dibandingkan.
Dari RAP ke pengendalian biaya
RAP baru bernilai jika dipakai. Selama proyek berjalan, biaya aktual setiap item dibandingkan dengan RAP dan dengan progress pekerjaan. Cara membacanya dijelaskan di panduan cost control proyek dengan earned value, sedangkan progress rencana dan realisasi dibahas di cara membuat Kurva S.

