Apa itu cost control proyek?
Cost control adalah proses membandingkan anggaran pelaksanaan (RAP) dengan biaya aktual dan progress pekerjaan secara berkala, agar penyimpangan diketahui dan ditindaklanjuti selama proyek masih berjalan. Dasarnya adalah RAP yang disusun per item pekerjaan; lihat perbedaan RAB dan RAP.
Mengapa budget vs actual saja tidak cukup
Misalkan sebuah proyek sudah menghabiskan 44% anggaran. Apakah itu baik atau buruk? Jawabannya bergantung pada berapa persen pekerjaan yang sudah selesai. Jika pekerjaan baru selesai 40%, biaya sudah melebihi nilai pekerjaan yang dihasilkan. Jika sudah selesai 50%, proyek justru hemat. Earned value management (EVM) menjawab pertanyaan ini dengan tiga angka.
Tiga angka dasar earned value
| Istilah | Nama lain | Artinya |
|---|---|---|
| PV (Planned Value) | BCWS | Nilai anggaran pekerjaan yang dijadwalkan selesai sampai tanggal laporan |
| EV (Earned Value) | BCWP | Nilai anggaran pekerjaan yang benar-benar sudah selesai |
| AC (Actual Cost) | ACWP | Biaya aktual yang sudah terjadi untuk pekerjaan tersebut |
Dengan BAC (Budget at Completion) sebagai total anggaran, EV dihitung dari progress: EV = % progress × BAC. PV dihitung dengan cara yang sama dari progress rencana di Kurva S.
Rumus yang dipakai
| Indikator | Rumus | Cara membaca |
|---|---|---|
| Cost Variance (CV) | EV − AC | Negatif: biaya lebih besar dari nilai pekerjaan |
| Schedule Variance (SV) | EV − PV | Negatif: pekerjaan tertinggal dari jadwal |
| Cost Performance Index (CPI) | EV ÷ AC | Di bawah 1: boros; di atas 1: hemat |
| Schedule Performance Index (SPI) | EV ÷ PV | Di bawah 1: terlambat; di atas 1: lebih cepat |
| Estimate at Completion (EAC) | BAC ÷ CPI | Perkiraan total biaya jika kinerja biaya tetap sama |
| Estimate to Complete (ETC) | EAC − AC | Perkiraan biaya yang masih dibutuhkan |
| Variance at Completion (VAC) | BAC − EAC | Perkiraan selisih anggaran di akhir proyek |
Contoh perhitungan
Sebuah proyek memiliki RAP (BAC) Rp2.000 juta. Di akhir minggu ke-10, rencana progress 45%, progress aktual 40%, dan biaya aktual yang sudah terjadi Rp880 juta (angka ilustrasi).
| Indikator | Perhitungan | Hasil |
|---|---|---|
| PV | 45% × Rp2.000 juta | Rp900 juta |
| EV | 40% × Rp2.000 juta | Rp800 juta |
| AC | dari transaksi | Rp880 juta |
| CV | 800 − 880 | −Rp80 juta |
| SV | 800 − 900 | −Rp100 juta |
| CPI | 800 ÷ 880 | 0,91 |
| SPI | 800 ÷ 900 | 0,89 |
| EAC | 2.000 ÷ 0,91 | ± Rp2.200 juta |
| VAC | 2.000 − 2.200 | ± −Rp200 juta |
Artinya, setiap Rp1 biaya hanya menghasilkan sekitar Rp0,91 nilai pekerjaan, dan proyek tertinggal dari jadwal. Jika tidak ada perbaikan, biaya akhir diperkirakan melampaui RAP sekitar Rp200 juta, dan margin yang direncanakan akan tergerus.
Dari mana biaya aktual berasal
EVM hanya seakurat angka AC-nya. Biaya aktual proyek konstruksi umumnya berasal dari:
- Material yang diterima atau dikeluarkan dari gudang ke proyek.
- Upah tenaga kerja dan opname mandor atau subkontraktor.
- Sewa dan jam kerja alat berat.
- Biaya lapangan lain, seperti transportasi, listrik kerja, dan keamanan.
Rutinitas cost control yang bisa dijalankan
- Mingguan: perbarui progress fisik dan pastikan semua penerimaan material, upah, dan alat sudah tercatat.
- Hitung per item RAP, bukan hanya total proyek, agar sumber penyimpangan terlihat.
- Tetapkan ambang peringatan, misalnya CPI atau SPI di bawah 0,95, sebagai pemicu pembahasan.
- Bahas di rapat proyek bersama PM, QS, procurement, dan finance, lalu catat tindakan dan penanggung jawabnya.
Yang dilakukan saat terjadi deviasi
- Harga lebih tinggi dari RAP: negosiasi ulang, cari vendor alternatif, atau gabungkan pembelian antar proyek.
- Volume melebihi rencana: periksa pemborosan, kehilangan material, atau kesalahan take-off.
- Produktivitas rendah: tinjau metode kerja, komposisi tenaga kerja, dan ketersediaan alat.
- Perubahan lingkup dari pemberi kerja: dokumentasikan dan ajukan sebagai adendum, jangan diserap sebagai biaya proyek.

