Langsung ke konten

Pengadaan

Pengadaan Material Proyek Konstruksi: Alur Permintaan, PO, Penerimaan, dan 3-Way Match

Material adalah porsi biaya terbesar di banyak proyek konstruksi. Kebocoran paling sering terjadi bukan karena harga, tetapi karena alur yang tidak tercatat: material dipesan tanpa permintaan, diterima tanpa dicek, atau dibayar sebelum dicocokkan. Berikut alur yang bisa dikontrol.

Tim Kurvas · · 2 menit baca

Alur pengadaan material

  1. Permintaan material
  2. Persetujuan
  3. Purchase order
  4. Penerimaan barang
  5. Faktur pembelian
  6. 3-way match
  7. Pembayaran
  1. Permintaan material dari proyek, dengan item RAP, volume, dan tanggal dibutuhkan.
  2. Persetujuan oleh PM atau pejabat sesuai batas nilai.
  3. Purchase order (PO) ke vendor terpilih, dengan harga, jumlah, dan syarat pengiriman.
  4. Penerimaan barang di lokasi atau gudang, dicek jumlah dan kondisinya.
  5. Faktur pembelian dari vendor dicatat.
  6. 3-way match: PO, penerimaan, dan faktur dicocokkan sebelum dibayar.
  7. Pembayaran sesuai termin pembayaran ke vendor.

Apa itu 3-way match?

3-way match adalah pencocokan tiga dokumen sebelum faktur dibayar: jumlah dan harga di PO, jumlah yang benar-benar diterima, dan jumlah serta harga di faktur. Bila salah satu tidak cocok, pembayaran ditahan sampai selisihnya dijelaskan.

Contoh 3-way match besi beton (angka ilustrasi)
DokumenJumlahHarga satuanTotal
PO5.000 kgRp12.500Rp62.500.000
Penerimaan barang4.800 kg
Faktur vendor5.000 kgRp12.500Rp62.500.000
Yang layak dibayar4.800 kgRp12.500Rp60.000.000

Tanpa pencocokan, perusahaan membayar Rp2.500.000 untuk 200 kg besi yang tidak pernah diterima.

Mengontrol pengadaan terhadap RAP

  • Setiap permintaan material menunjuk item RAP, supaya terlihat sisa anggaran material item itu.
  • Bandingkan harga PO dengan harga di RAP sebelum disetujui.
  • Pantau volume yang sudah dipesan dibanding volume kebutuhan di RAP.
  • Simpan riwayat harga per vendor untuk negosiasi berikutnya.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Pemesanan lewat telepon atau chat tanpa PO, sehingga harga dan jumlah tidak bisa dicocokkan.
  • Surat jalan tidak ditandatangani penerima di lokasi.
  • Faktur dibayar berdasarkan tagihan vendor saja.
  • Material untuk proyek A tercatat sebagai biaya proyek B.

Setelah material diterima, pengelolaannya di gudang proyek dibahas di stok material gudang proyek.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu 3-way match dalam pengadaan?

Pencocokan PO, penerimaan barang, dan faktur vendor sebelum faktur dibayar, supaya perusahaan hanya membayar barang yang dipesan dan benar-benar diterima.

Siapa yang menyetujui permintaan material proyek?

Umumnya manajer proyek, dengan persetujuan tambahan dari pejabat yang lebih tinggi bila nilainya melewati batas yang ditetapkan perusahaan.

Bagaimana mencegah pembelian material melebihi anggaran?

Kaitkan setiap permintaan material dengan item RAP, bandingkan harga PO dengan RAP, dan pantau volume yang sudah dipesan terhadap kebutuhan.

Mau lihat ini berjalan di Kurvas?

Jadwalkan demo. Kami tunjukkan dengan contoh angka seperti di artikel, memakai alur perusahaan Anda.

Lihat sistemnya terlebih dahulu sebelum menentukan paket yang sesuai.