Langsung ke konten

Memilih Software

ERP Konstruksi: Pengertian, Modul, dan Tanda Kontraktor Sudah Membutuhkannya

ERP (Enterprise Resource Planning) konstruksi adalah sistem yang menyatukan proses proyek dan proses perusahaan kontraktor dalam satu basis data: estimasi, pengadaan, gudang, tenaga kerja, keuangan, dan akuntansi. Berikut penjelasannya tanpa istilah yang berlebihan.

Tim Kurvas · · 2 menit baca

Apa itu ERP konstruksi?

ERP umum dirancang untuk perusahaan dagang dan manufaktur: pusatnya adalah produk, stok, dan pesanan penjualan. ERP konstruksi berpusat pada proyek: setiap transaksi, dari pembelian semen sampai gaji pelaksana, membawa kode proyek dan item pekerjaannya. Karena itu laporan yang paling penting adalah laba rugi per proyek, bukan per produk.

Modul yang biasanya ada

Modul ERP konstruksi
ModulIsi
CRM & tenderProspek, pipeline tender, penawaran
EstimasiAHS/AHSP, RAB, RAP
ProyekJadwal, Kurva S, progres, laporan harian, adendum
PengadaanPermintaan material, PO, penerimaan, faktur
GudangStok per gudang dan proyek, pemakaian, stock opname
Subkon & lapanganSPK, opname, alat berat, kasbon
SDM & payrollPresensi, gaji, PPh 21, BPJS, alokasi biaya ke proyek
Cost controlAnggaran vs realisasi, earned value
Keuangan & akuntansiTermin, piutang, utang, kas, jurnal, laporan keuangan

ERP konstruksi vs software akuntansi vs aplikasi proyek

Perbandingan cakupan
Software akuntansiAplikasi proyekERP konstruksi
Laporan keuanganYaTidakYa
RAB dan RAPTidakSebagianYa
Progres dan Kurva STidakYaYa
Biaya aktual per item RAPTerbatasTerbatasYa
Termin dari progresManualManualTerhubung

Tanda perusahaan kontraktor sudah membutuhkan ERP

  • Proyek berjalan lebih dari dua atau tiga sekaligus, dan rekap bulanan memakan waktu berhari-hari.
  • Margin proyek baru diketahui setelah proyek selesai.
  • Pengadaan dan gudang tidak tahu material mana untuk proyek mana.
  • Tagihan termin terlambat karena data progres harus dikumpulkan dulu.
  • Pemilik perusahaan bergantung pada satu atau dua orang yang memegang semua file.

Cara implementasi yang realistis

  1. Mulai dari satu proyek berjalan, bukan semua proyek sekaligus.
  2. Siapkan data master: bagan akun, daftar material, vendor, karyawan, dan pemberi kerja.
  3. Impor RAB dan RAP proyek tersebut, lalu tetapkan baseline jadwal.
  4. Jalankan alur lapangan dulu: laporan harian, progres, dan permintaan material.
  5. Sambungkan keuangan: termin, utang, pembayaran, dan jurnal.
  6. Perluas ke proyek lain setelah alurnya berjalan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu ERP konstruksi?

Sistem yang menyatukan proses proyek dan perusahaan kontraktor, dari estimasi, pengadaan, gudang, tenaga kerja, sampai keuangan dan akuntansi, dengan proyek sebagai pusat datanya.

Apakah kontraktor kecil butuh ERP?

Bila hanya satu proyek berjalan, spreadsheet dan software akuntansi bisa cukup. Saat beberapa proyek berjalan bersamaan dan rekap mulai memakan waktu, sistem terpadu mulai terasa manfaatnya.

Berapa lama implementasi ERP konstruksi?

Bergantung pada kesiapan data dan jumlah proyek. Memulai dari satu proyek berjalan membuat tim cepat melihat hasil sebelum diperluas.

Mau lihat ini berjalan di Kurvas?

Jadwalkan demo. Kami tunjukkan dengan contoh angka seperti di artikel, memakai alur perusahaan Anda.

Lihat sistemnya terlebih dahulu sebelum menentukan paket yang sesuai.